Mengubah perilaku buruk anak usia dini, dengan memperbaiki diri menjadi ibu bahagia.

Kadang Bunda bukan marah karena nggak sayang. Bunda cuma sudah terlalu capek: urusan rumah belum selesai, kerjaan numpuk, biaya hidup kepikiran, lalu anak tantrum atau susah dibilangin. Bunda Bahagia bantu Bunda punya pegangan supaya nggak langsung keburu teriak.
Iklan & pendaftaran dibuka 10 Juli · Webinar 29 Juli 2026
"Luar biasa manfaatnya. Menjadi lebih banyak bersyukur dan bahagia." — Ibu Sari
"Anak saya susah dinasehati, maunya menang sendiri."
Banyak orang tua bukan tidak sayang anak. Mereka hanya sedang lelah: pekerjaan menumpuk, usaha tidak selalu pasti, biaya hidup terasa berat. Di rumah, anak tantrum atau menolak, dan hal kecil bisa jadi pemicu bentakan.
Sering membentak lalu menyesal. Sudah tahu "seharusnya" tidak begitu, tapi tetap terulang — dan Bunda bingung harus mulai mengubahnya dari mana.
Anak memang susah diatur, jadi membentak kadang terasa perlu. Tapi di hati kecil, Bunda tetap ingin anak lebih mudah dinasehati tanpa rumah harus penuh nada tinggi.
Yang sering kejadian di rumah, Bun?
Bunda mungkin sudah sering baca tips parenting. Sudah tahu harus sabar, harus ngomong baik-baik, harus nggak teriak. Tapi pas anak tantrum beneran, teori itu sering hilang semua. Yang Bunda butuhkan adalah pegangan yang bisa langsung dipakai saat emosi mulai naik.
Kalau anak terlalu sering dibentak, lama-lama ia bisa jadi mudah takut, ikut-ikutan ngomong keras, atau malah menutup diri dari orang tuanya. Bukan karena Bunda jahat, tapi karena pola itu bisa terbentuk pelan-pelan di rumah. Saat orang tua lebih tenang, anak biasanya lebih berani cerita — dan rumah terasa lebih ringan buat semua orang.
Isinya bukan cuma webinar, Bun. Ada asesmen, audio, kalimat, kartu, dan jurus cepat yang bisa Bunda pakai pelan-pelan di rumah.

Cari tahu situasi apa yang paling sering bikin emosi Bunda naik sampai akhirnya marah atau membentak anak.

Hasilnya bukan jawaban umum. Bunda bisa lihat sendiri: biasanya emosi Bunda naik karena apa, paling sering kejadian di situasi apa, dan latihan awal apa yang paling pas dicoba dulu.
Tiap hari Bunda dapat 1 audio singkat sekitar 10 menit lewat WhatsApp. Bisa didengar sambil masak, beberes, di jalan, atau saat punya waktu sebentar sebelum tidur. Setelah 34 hari, Bunda dapat sertifikat apresiasi sebagai pengingat bahwa Bunda sedang berproses menjadi orang tua yang makin sadar dan hadir untuk anak.
Istilah "healing" adalah nama pendekatan edukatif-reflektif dari metode ini — bukan klaim terapi, diagnosis, atau pengganti bantuan profesional.
Belajar menghadapi situasi nyata: tantrum, gadget, mandi, makan, tidur, dan anak menolak — plus rekaman untuk ditonton ulang kapan saja.
Kalimat siap pakai saat anak sulit diajak kerja sama, tanpa Bunda harus langsung berteriak.
Saat anak tantrum, susah mandi, rebutan mainan, atau nggak mau lepas gadget, Bunda nggak perlu mikir dari nol. Buka jurusnya, ikuti langkahnya, lalu coba pelan-pelan.
Kartu pengingat cepat yang bisa dicetak, ditempel, dan dibaca sekilas setiap pagi.

Dengan kartu healing berbasis online bisa membantu meredakan emosi negatif yang kita rasakan sehari hari.
Tips gratis itu banyak, Bun. Tapi biasanya cuma kepakai pas kita lagi tenang. Begitu anak nangis keras, rumah berantakan, dan Bunda sudah capek, tips itu sering lupa semua.
Karena itu Bunda butuh sesuatu yang lebih siap pakai: kalimat, kartu, audio harian, jurus cepat, asesmen, dan webinar yang sudah dipaketin lengkap. Bunda tinggal pakai pelan-pelan, nggak perlu mikirin nyambung-nyambungin sendiri dari banyak sumber.
Bukan cuma untuk webinar, tapi untuk seluruh paket toolkit di atas — pegangan yang bisa Bunda pakai sebelum, saat, dan setelah emosi mulai naik.
Ayah Abatasa — Master Trainer PlayRenting & Founder Shorttime Healing
Ayah Abatasa juga pernah ada di titik itu: mudah marah, sering membentak anak sendiri, lalu menyesal setelahnya. Dari proses belajar, praktik, dan pengalaman mendampingi banyak orang tua, metode ini dibentuk menjadi pegangan yang lebih mudah dipakai di rumah.
Ayah Abatasa sudah sering diundang mengisi acara parenting, pendidikan karakter, dan pendampingan orang tua/guru di berbagai sekolah dan lembaga di Indonesia.
Dari pengalaman bertemu ribuan orang tua itulah, toolkit Bunda Bahagia ini dibikin.
Contoh dokumentasi kegiatan PlayRenting di berbagai sekolah dan institusi. Digunakan sebagai bukti pengalaman creator/metode, bukan klaim hasil spesifik untuk semua peserta.
Beberapa pengalaman pribadi peserta setelah mengikuti program/metode Ayah Abatasa. Hasil setiap keluarga bisa berbeda, tergantung kondisi dan konsistensi praktik masing-masing.
Pas sekali seperti yang saya butuhkan. Alhamdulillaah materi sangat mudah dipahami sehingga saya menyadari bahwa marah bukanlah masalah terbesar, marah adalah dampak dari masalah terbesar. Banyak sekali bonus yang saya dapat, diantaranya saya jadi lebih percaya diri, lebih mudah berkomunasi, lebih sering evaluasi diri, dan lebih bahagia.
Setelah mengikuti program saya merasa bertambah sabar, bertambah bahagia, dan semakin banyak cinta. Terlebih lagi saya sudah mulai bisa mengontrol emosi saya dan mengalirkan emosi tersebut ke arah yang positif. Tidak ada lagi marah-marah yang tidak jelas. Materinya luar biasa keren, isinya daging semua. Sangat bermanfaat untuk diri saya sendiri. Saya sangat bersyukur ada di program ini.
Dulu saya sering marah-marah ke anak. Anak saya sampai ketakutan terhadap saya. Alhamdulillaah Allah menjawab doa saya untuk tidak marah-marah lagi melalui program Ayah Abatasa. Setelah mengikuti kelas ini saya merasa lebih tenang, lebih bisa menerima perilaku anak dan melihat sisi positifnya. Saya juga merasa lebih bahagia, bisa memaafkan orang-orang yang dulu menzholimi saya, dan bisa mengeluarkan sampah-sampah dari dalam diri saya.
Testimoni di atas adalah pengalaman pribadi peserta. Hasil setiap keluarga dapat berbeda dan tidak menjadi jaminan hasil yang sama untuk semua peserta.
Ikut "Bunda Bahagia" dan dapatkan toolkit lengkapnya — asesmen, audio 34 hari, kalimat siap pakai, kartu, dan webinar interaktif.